Posted by: Kurnia | April 19, 2009

Keamanan Makanan untuk Keluarga Anda

Anda mungkin sangat peduli terhadap makanan yang anda berikan kepada anak anda. Apakah makanan tersebut bergizi? Akankah anak anda memakannya? Apakah terlalu banyak lemak di dalamnya? Tetapi satu hal yang mungkin tidak terlintas dalam benak anda ketika menyiapkan makanan di dapur adalah aman tidaknya makanan tersebut.

Mengapa keamanan makanan begitu penting? Menyiapkan makanan dengan baik sangat penting untuk mencegah agar keluarga anda tidak jatuh sakit akibat keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri seperti E. coli, Salmonella, Campylobacter dan Listeria (yang mengakibatkan gejala seperti diare, demam, kram perut, pusing, muntah, dan dehidrasi). Pencegahan keamanan makanan meliputi pengetahuan tentang bagaimana memilih makanan di tempat belanja, bagaimana menyimpannya, bagaimana proses memasaknya, dan bagaimana membersihkannya jika sudah selesai.

Jadi apa yang dapat anda lakukan untuk memastikan bahwa dapur anda dan makanan yang anda siapkan aman? Teruskan membaca untuk mengetahuinya.

Membeli Makanan
Supermarket adalah tempat pertama yang anda jumpai dalam hal keamanan makanan. Untuk menjamin kesegaran, makanan-makanan yang didinginkan (seperti daging, produk susu, telur, dan ikan) sebaiknya diletakan terakhir pada keranjang belanjaan anda. Jagalah agar daging terpisah dari makanan-makanan yang lainnya, terutama sayur dan buah-buahan. Jika perjalanan pulang ke rumah anda lebih dari 1 jam, anda mungkin akan mempertimbangkan untuk meletakkannya di dalam kotak pendingin/cooler untuk menjaganya agar tetap segar.
Ketika memesan daging, daging unggas, atau ikan, pastikan untuk mengecek tanggal kadaluarsa pada label makanan tersebut. Walaupun tanggal kadaluarsa masih memenuhi syarat, jangan membeli ikan atau daging yang memiliki bau yang tidak semestinya atau terlihat aneh.
Juga penting untuk mengecek didalam kemasan karton telur — pastikan bahwa telur tersebut, harus merupakan grade A atau AA, adalah bersih dan tidak retak.

Jangan membeli:

* Buah-buahan dengan kulit rusak ( bakteri dapat masuk melalui kulit yang terbuka dan mencemari buah )
* Minuman sari buah atau jus yang tidak steril (mereka dapat berisi bakteri berbahaya )
* kalkun atau ayam segar yang telah dibumbui

Penyimpanan dalam kulkas dan membekukan

Sebelum anda menaruh belanjaan , cek temperatur kulkas anda dan freezer. Kulkas anda sebaiknya diatur pada suhu 40° fahrenheit ( 5° celsius ) , dan freezer anda di 0° F ( –18° C ) atau dibawahnya . Temperatur dingin ini akan membantu menjaga bakteri dalam makanan apa saja agar tidak berkembang biak. Jika kulkas anda tidak memiliki alat pengatur thermostat, alangkah baiknya untuk membeli termometer untuk kulkas dan freezer.
Tentu saja, makanan yang didinginkan dan makanan beku yang harus dikeluarkan pertama kali. Berikut adalah beberapa tips singkat untuk mengingat makanan yang harus dijaga agar tetap dingin:

* Jagalah telur dalam karton pembungkusnya pada rak dalam kulkas anda (kebanyakan kulkas tidak menjaga telur cukup dingin).
* Letakkan daging, ayam, dan ikan pada kantong plastik yang terpisah sehingga cairan yang keluar dari daging tidak mencemari yang lainnya.
* Bekukan — atau masak — daging mentah, ayam, atau ikan yang telah tersimpan selama 2 hari.
* Simpan daging mentah di freezer maksimum selama 4 bulan.
* Bekukan daging yang telah dimasak maksimum selama 2 atau 3 hari.
* Pindahkan bumbu-bumbu pelapis dari unggas setelah memasak dan simpan secara terpisah dalam kulkas.

Persiapan dan Proses Memasak
Ikuti petunjuk penanganan dan cara memasak untuk membantu anda mencegah penyakit yang diakibatkan oleh makanan yang tercemar/food-borne illnesses pada keluarga anda.

Daging mentah, Ayam/unggas , Ikan , atau Produk telur

* Cuci tangan anda dengan air hangat dan sabun sebelum menyiapkan makanan dan setelah menangani daging mentah, ayam , ikan , atau produk telur.
* Jagalah daging mentah dan cairan yang keluar dari daging tersebut dan jauh dari makanan yang lain di dalam kulkas dan pada countertops.
* Gunakan peralatan masak terpisah untuk memasak dan menyajikan daging mentah, ayam , ikan , atau telur (atau cuci peralatan masak dalam air panas bersabun sebelum digunakan untuk penyajian).
* Jangan pernah menaruh makanan yang telah di masak pada piring yang telah dipakai untuk menempatkan daging mentah, ayam/unggas, atau ikan.
* Cairkan daging mentah, ayam/unggas, atau ikan beku dalam kulkas atau microwave, jangan pernah mencairkan dengan temperature ruangan.
* Masak daging mentah, ayam/unggas, atau ikan beku yang telah dicairkan secepatnya.
* Buanglah sisa daging, ayam/unggas yang tidak termasak atau ikan yang telah diolah tetapi tidak termasak.
* Jangan biarkan telur mentah berada pada suhu ruang lebih dari 2 jam untuk menurunkan resiko terinfeksi Salmonella.
* Masak telur hingga benar-benar matang.
* Jangan pernah menyajikan makanan yang mengandung telur mentah, seperti uncooked cookie dough, eggnog bikinan sendiri, krim/mousse, dan ice cream bikinan sendiri. Jika anda ingin mencoba resep tersebut, ganti dengan telur yang telah dipasteurisasi (dapat ditemukan pada rak produk susu) untuk telur mentah.
* Masak daging hingga cairannya bening.
* Masak daging sapi giling atau ayam/unggas giling hingga berubah warna, tidak lagi berwarna merah muda.

Gunakan termometer daging untuk mengetahui apakah daging telah dimasak seluruhnya. ( tempatkan termometer di bagian daging yang paling tebal dan jauh dari tulang atau lemak ) banyak termometer menunjukkan pada suhu berapa daging telah aman dimasak, atau anda dapat mengikuti petunjuk di bawah ini:

* ayam (seluruhnya, perpotong, dan giling): 165° F (73.8° C)
* babi: 160° F (71° C)
* daging sapi, veal/daging domba, daging anak sapi/lamb, dan daging panggang: 145° F (62.7° C)
* daging sapi giling, veal/daging domba dan daging anak sapi/lamb: 160° F (71° C)
* ikan: 145° F (62.7° C)
* telur masak: 160° F (71° C)
* sisa makanan: paling tidak 165° F (74° C)

Ketika memasak, atau memanggang daging di kompor, bolak-balik daging minimal satu kali. Dalam microwave, bungkus semua daging dan:

* Balik patties dan putar masakan saat proses memasak separuh jalan.
* Putar masakan meatloaf saat proses memasak separuh jalan (dan diamkan selama 7 menit setelah memasak sebelum makan — lihat petunjuk penggunaan microwave anda).
* Aduk daging giling sekali atau dua kali.

Buah-buahan dan Sayuran

* Gosok semua buah-buahan dan sayur-mayur dengan air (bahkan jika anda berkeinginan untuk mengupasnya) untuk menghilangkan residu pestisida, kotoran, atau bakteri.
* Cuci buah-buahan seperti semangka dan watermelon, sebelum makan untuk menghindari terbawanya bakteri dari kulit buah ke pisau yang digunakan untuk memotong buah.
* Hilangkan bagian luar daun dari sayur-mayur berdaun hijau, seperti bayam atau daun selada.

Bersih-bersih
Makanan bersih hanyalah salah satu bagian dari rumus keselamatan makanan . Anda juga perlu memastikan bahwa permukaan dapur dan tangan anda juga bersih untuk mencegah penyebaran bakteri.

* Masukan ke dalam kulkas makanan sisa/lebihan secepatnya setelah memasak. Jika dibiarkan terlalu lama pada temperatur ruangan, bakteri dalam makanan akan cepat berkembang biak.
* Konsumsi sisa/lebihan makanan dalam waktu 3 hingga 5 hari atau dibuang.
* Cuci papan tempat memotong/talenan — yang mana dapat menjadi tempat bakteri berkembang biak jika tidak dibersihkan secara hati-hati — terpisah dari cucian yang lain dan peralatan lainnya dalam air panas , kemudian basmi kuman dengan larutan pembersih buatan sendiri ( 1 sendok teh cairan pemutih dalam 1 liter air ) . ( Siapkan satu tempat pemotong untuk satu papan pemotong/talenan untuk daging mentah , ayam/unggas , dan ikan). Setelah mencuci dan membasmi kuman papan memotong/talenan , bilas secara menyeluruh dengan air untuk menghilangkan sisa cairan pemutih dan biarkan kering.
* Jangan menggunakan papan pemotong/talenan lama yang sudah retak atau terdapat lubang cungkilan yang dalam karena bakteri mungkin saja bersembunyi di dalam celah talenan.
* Cuci tangan anda jika kontak dengan daging mentah, ayam/unggas, atau ikan.
* Jangan menggunakan handuk lap untuk membersihkan cairan yang keluar dari daging dari tangan anda — gunakan tisu sebagai gantinya. Bakteri dapat mencemari handuk pakaian dan kemudian dapat menyebar ke tangan orang lain. Jika handuk tersebut terlanjur ada kontak dengan cairan yang keluar dari daging mentah , unggas , atau ikan , cuci handuk tersebut dengan air panas sesegera mungkin.
* Setelah menyiapkan makanan, lap meja dapur anda dan permukaan terbuka lainnya dengan produk pembersih dapur atau pembersih buatan sendiri yang telah dijelaskan di atas.
* Karena spons tetap basah lebih lama dan kualitas pori-porinya dapat mengundang bakteri, para ahli merekomendasikan menggunakan kain pencuci piring yang lebih tipis yang dapat kering lebih cepat dibanding spons.
* Cuci kain pencuci piring yang kotor dalam air panas bersabun.
* Secara periodik sterilisasi/bersihkan dari kuman kitchen sink, pipa saluran air, dan tempat sampah dengan menuangkan produk pembersih dapur atau pembersih buatan sendiri yang telah dijelaskan di atas ke dalamnya.

Dengan mengambil beberapa tindakan pencegahan sederhana, anda dapat mengurangi peluang terjadinya penyakit akibat food-borne/makanan tercemar pada keluarga anda.
Di review oleh: Mary L. Gavin, MD
Tanggal review: November 2007


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: