Posted by: Kurnia | April 21, 2009

YLKI Ajak BPOM Cek Pembuatan Obat Puyer

Senin, 16 Februari 2009 | 16:49 WIB

PALEMBANG, SENIN – Laporan masyarakat yang meragukan pembuatan puyer mendorong YLKI mengajak BPOM Palembang mengecek pembuatan obat itu pada apotek dan rumah sakit serta puskesmas dan menertibkan praktik pemrosesan obat tidak sesuai ketentuan.

Ketua YLKI Sriwijaya, Taufik Husni, di Palembang, Senin, mengatakan, pihaknya segera mengajak BPOM untuk mengecek langsung pembuatan obat puyer pada setiap apotek, rumahsakit dan puskesmas.

Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat yang merasa dirugikan karena membeli obat puyer berulangkali tetapi setelah mengkonsumsi  obat tersebut , ternyata anak mereka tidak sembuh dan cenderung sakitnya bertambah parah, katanya.

Menurut dia, karena adanya laporan warga tersebut, maka BPOM setempat diimbau segera bertindak merazia apotek yang memproduksi obat puyer tersebut.

YLKI siap bersama-sama turun dan mengecek langsung praktik pembuatan obat puyer tersebut yang selama ini dinilai tidak memenuhi standar kelayakan produksi obat, tambahnya.

Taufik Husni  mengatakan, warga Palembang juga diminta untuk mewaspadai dan kritis ketika menerima obat puyer yang diresepkan dokter.

“Jangan sampai ingin mengobati anak yang sakit tetapi malah memperparah kondisi sang anak,” kata dia.

Dia menjelaskan, praktik pembuatan obat merupakan hak penuh BPOM yang memastikan konsumen produk tersebut mendapatkan obat yang sesuai dengan penyakit dan proses pembuatannya memenuhi standar kesehatan.

Sehingga jika memang obat puyer tersebut tidak memenuhi ketentuan kesehatan baik dari segi higienis pembuatannya maupun kandungan obat maka BPOM wajib menindak apoteker atau asistennya yang mengolah obat itu, ujarnya.

Taufik menambahkan, dokter pun diminta untuk tidak menulis resep obat puyer semaunya sehingga siapa pun pasiennya maka dokter wajib memberikan obat sesuai kebutuhan dan standar.

Dokter pun diminta untuk secara gamblang menjelaskan setiap resep yang mereka buat sehingga ketika keluarga pasien menginginkan obat generik yang sebelumnya ditulis obat paten harus dipenuhi, tambah dia.
ABD
Sumber : Antara


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: