Posted by: Kurnia | April 22, 2009

Postur Salah Picu Nyeri Pinggang

SEKITAR 80% populasi dunia pernah mengalami nyeri pinggang. Pemicunya beragam, salah satu yang paling sering adalah postur tubuh yang salah.
Demikian diungkapkan spesialis ortopedi dari Siloam Hospitals dr Franky Hartono SpOT, dalam diskusi mengenai nyeri pinggang dan lutut yang diadakan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Beberapa aktivitas dengan postur salah yang kerap memicu terjadinya nyeri pinggang, antara lain mengangkat beban berat dengan posisi punggung membungkuk, duduk menggelongsor, dan pekerjaanpekerjaan yang memaksa tubuh membungkuk,” ujar Franky.

Franky menerangkan, nyeri pinggang akan timbul bila postur salah tersebut dilakukan berulang-ulang dalam jangka lama. Dalam hal ini, posisi tubuh yang salah menyebabkan otot-otot sekitar pinggang menjadi tegang. Hal itu mempengaruhi saraf di tulang belakang sehingga timbullah rasa nyeri.

Untuk menghindari hal tersebut, lanjut Franky, postur tubuh harus tetap tegak ketika beraktivitas. “Saat membawa beban, misalnya, upayakan tubuh tetap tegak, demikian juga saat menyetir atau duduk di depan komputer, usahakan posisi punggung lurus pada sandaran,” terang Franky.

Upaya pencegahan lain yang tidak kalah penting adalah menjaga berat badan agar tidak berlebihan serta berolahraga.

Keduanya bermanfaat menjaga postur tubuh tetap tegap.

Sebab lainSelain disebabkan posisi tubuh yang salah, nyeri pinggang juga dapat muncul karena faktor lain, seperti adanya radang, tumor, infeksi tuberkulosis, saraf terjepit, efek penuaan, dan patah tulang.

“Untuk memastikan penyebab dilakukan beberapa pemeriksaan, seperti Rontgen.” Penanganan nyeri pinggang bergantung pada penyebab dan jenis gangguan yang dialami.

Ada nyeri yang bisa ditangani dengan relaksasi, program latihan fisik, fisioterapi, obatobatan, atau operasi. Namun, tindakan operasi relatif jarang dilakukan. Menurut Franky, hanya 4% dari kasus-kasus nyeri pinggang yang memerlukan tindakan operasi.

“Operasi baru dilakukan bila ada indikasi, seperti kasus saraf terjepit (HNP), patah tulang belakang yang disertai gangguan saraf, spondylolysis dan spondylolisthesis (nyeri akibat tidak stabilnya lengkung tulang belakang),” jelas Franky.

Franky menambahkan, semakin dini penanganan nyeri pinggang dilakukan, semakin baik hasilnya. (Nik/S-6)(Nik/S-6)

http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/MI/MI/2009/04/22/ArticleHtmls/22_04_2009_023_006.shtml?Mode=1


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: