Posted by: Kurnia | May 1, 2009

Infeksi Picu Kematian Bayi

Selasa, 28 April 2009 | 03:33 WIB

Jakarta, Kompas – Infeksi pada bayi baru lahir perlu diwaspadai karena bisa berakibat fatal, bahkan menimbulkan kematian pada penderita. Beberapa penyakit infeksi yang menyerang bayi baru lahir adalah tetanus dan rubella. Padahal, infeksi bisa dicegah melalui imunisasi pada ibu maupun persalinan yang aman dan bersih.

Menurut dokter spesialis anak, Kiki MK Samsi, dalam seminar bertema “Masalah dan Pencegahan Infeksi pada Bayi Baru Lahir” yang diprakarsai Perkumpulan Perinatologi Indonesia (Perinasia) Cabang DKI Jakarta, Sabtu (25/4) di auditorium Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, penyakit infeksi sangat berbahaya bagi anak-anak, khususnya bayi baru lahir.

“Beberapa penyebab kematian bayi baru lahir adalah bayi lahir prematur, kesulitan bernapas saat baru lahir, serta infeksi neonatus, di antaranya sepsis, tetanus neonatorum, dan rubella,” kata dokter spesialis anak dari RS Ibu dan Anak Budi Kemuliaan, Nani Dharmasetiawani. Bayi baru lahir berisiko mengalami infeksi jika ibu menderita sakit selama hamil dan saat melahirkan bayi tidak cukup asupan makanan atau ASI.

Tetanus

“Meski angka kejadian menurun karena adanya program imunisasi dan pencegahan penyakit, tetanus masih jadi penyebab kematian bayi,” kata Nani. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, terdapat 289.000 kasus tetanus neonatorum per tahun di dunia dan menyebabkan kematian pada 215.000 bayi. Sebagian besar kasus terjadi di negara-negara tropis Asia dan Afrika.

Infeksi ini terjadi akibat kontaminasi bakteri Clostridium tetani pada puntung tali pusat bayi baru lahir, selama persalinan yang tidak bersih dari ibu dengan kadar antitoksin tetanus yang tidak cukup untuk perlindungan pasif. Hal ini ditunjang oleh riwayat imunisasi ibu yang buruk dan penanganan tali pusat yang tidak adekuat. “Kuman ditemukan pada tanah, pupuk, debu, kotoran, dan sekitar 10-25 persen pada saluran cerna,” ujarnya.

Penyakit ini umumnya terjadi pada bayi umur 3-12 hari yang ditandai gejala antara lain kesulitan minum, mengisap, dan menelan; menangis berlebihan; tidak ada gerakan; dan kekakuan terhadap sentuhan.

“Untuk mencegah tetanus neonatorum, imunisasi tetanus toksoid perlu diberikan dua kali dengan interval dua minggu pada ibu hamil,” ujar. (EVY)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/04/28/03330640/infeksi.picu.kematian.bayi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: