Posted by: Kurnia | May 1, 2009

Perhatikan Status Kesehatan Ibu Hamil

Kamis, 30 April 2009 | 03:20 WIB
Jakarta, Kompas – Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi asupan makanan dan minuman bergizi, bahkan sejak merencanakan kehamilan, disertai suplementasi zat besi dan imunisasi tetanus toksoid. Sebab, status kesehatan ibu yang baik akan mengurangi risiko kecacatan dan kematian pada bayi baru lahir.

“Kesehatan bayi baru lahir juga dipengaruhi kondisi ibu selama hamil,” kata Direktur Bina Kesehatan Anak Departemen Kesehatan Fatni Sulani, Selasa (28/4) di Jakarta.

Untuk itu, intervensi perlu dilakukan sejak usia remaja dengan asupan makanan yang bergizi dan pemberian suplementasi zat besi, terutama bagi remaja putri yang mengalami anemia atau kurang darah. “Suplementasi zat besi juga diberikan kepada ibu hamil,” kata Fatni menambahkan.

Selain itu, imunisasi tetanus toksoid perlu diberikan dua kali dengan interval empat minggu pada ibu hamil, khususnya yang punya riwayat imunisasi buruk.

“Hal ini untuk mencegah infeksi tetanus neonatorum yang merupakan salah satu penyebab kematian bayi baru lahir,” kata dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Budi Kemuliaan, Nani Dharmasetiawani.

Pada kesempatan terpisah, dr Dwiana Ocviyanti dari Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyatakan, aspek medis perlu dipertimbangkan dalam perencanaan kehamilan. Caranya, dengan mendeteksi penyakit yang dapat memengaruhi calon janin karena beberapa infeksi bisa ditularkan ibu kepada bayinya, antara lain hepatitis B dan HIV.

Dana terbatas

Namun, sejauh ini upaya penurunan angka kematian bayi baru lahir di Indonesia masih terbentur sejumlah kendala. Salah satunya adalah akses penduduk di daerah terpencil dan kepulauan terhadap layanan kesehatan ibu dan anak masih minim. Selain jumlah tenaga kesehatan terbatas, biaya transportasi menuju fasilitas layanan kesehatan juga mahal.

“Peran pemerintah daerah dalam perbaikan kesehatan bayi, anak-anak, dan ibu masih belum optimal, terutama berkaitan dengan dana operasional,” kata Fatni. Tanpa perbaikan infrastruktur, banyak penduduk di daerah terpencil sulit mengakses layanan kesehatan, termasuk kontrol pada masa kehamilan dan imunisasi ibu hamil.

Departemen Kesehatan memperkirakan, jumlah bayi baru lahir di Indonesia sekitar empat juta bayi per tahun. Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2007 menunjukkan, angka kematian bayi baru lahir di Indonesia mencapai 19 bayi per seribu kelahiran.

“Penyebab kematian neonatal adalah berat badan lahir rendah, afiksia, kelainan pada paru-paru, dan penyakit infeksi, seperti tetanus,” kata Fatni menambahkan. Padahal, beberapa penyebab kematian bayi baru lahir itu sebenarnya bisa dicegah melalui program kesehatan yang utuh, mulai dari pemeliharaan kesehatan sejak usia remaja hingga selama masa kehamilan. (EVY)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/04/30/03204983/perhatikan.status.kesehatan.ibu.hamil


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: