Posted by: Kurnia | December 27, 2010

Gangguan Makan

Dikutip dari http://www.sehatgroup.web.id

Banyak anak terutama remaja sangat memperhatikan bagaimana bentuk tubuh mereka dan khawatir mengenainya. Hal ini terutama saat mereka memasuki pubertas dan mengalami perubahan fisik dan tekanan sosial dari relasi pertemanan.
Pada saat anak beranjak remaja, kekhawatiran ini dapat berkembang menjadi obsesi yang bisa mengakibatkan gangguan makan. Gangguan makan seperti anoreksia nervosa dan bulimia nervosa menyebabkan perubahan berat badan yang bermakna, mengganggu kehidupan sehari-hari dan merusak fungsi tubuh.
Orang tua dapat membantu mencegah hal ini dengan membimbing rasa percaya diri anak dan mendorong perilaku sehat seputar makanan dan penampilan

Gangguan Makan
Gangguan makan melibatkan perasaan dan pikiran negatif mengenai berat badan, makanan dan pola makan yang mengganggu aktifitas sehari-hari dan fungsi tubuh.
Seseorang dengan anoreksia memiliki ketakutan berlebihan akan kenaikan berat badan dan memiliki pandangan yang menyimpang mengenai bentuk dan ukuran badan. Mereka berusaha menjaga berat badan sangat rendah. Beberapa membatasi asupan makanan dengan diet, puasa atau olahraga berlebihan. Mereka jarang makan dan berusaha sesedikit mungkin mengkonsumsi kalori.
Bulimia ditandai dengan makan berlebihan kemudian secara berlebihan mengeluarkannya. Seseorang dengan bulimia dapat mengalami perubahan berat badan namun jarang mengalami berat badan rendah seperti anoreksia. Kedua gangguan ini dapat melibatkan olahraga yang berlebihan atau mengeluarkan makanan yang sudah dimakan dengan merangsang muntah atau menggunakan pencahar.
Seseorang dengan anoreksia umumnya sangat kurus dan berat badan rendah sementara seseorang dengan bulimia dapat memiliki berat badan normal atau berlebih.
Harap diingat bahwa gangguan makan merupakan kebiasaan yang sulit untuk diubah dan sulit dikontrol. Untuk itu gangguan makan merupakan masalah yang serius dan membutuhkan bantuan dokter, terapis dan ahli fizi.

Penyebab gangguan makan
Penyebab dari gangguan makan belumlah jelas, kemungkinan keterlibatan dari kombinasi psikologis, genetik, sosial dan faktor keluarga.
Untuk anak dengan gangguan makan terdapat perbedaan besar antara cara mereka melihat diri mereka dan bentuk tubuh mereka sebenarnya. Seseorang dengan anoreksia atau bulimia memiliki ketakutan akan kenaikan berat badan atau menjadi gendut dan seringkali berpikir mereka terlihat lebih besar daripada bentuk tubuh mereka sebenarnya. Beberapa olahraga seperti pemandu sorak, senam, gulat, skating dapat menempatkan anak pada risiko gangguan makan.
Beberapa penelitian menduga citra media turut berkontribusi meningkatkan kejadian gangguan makan. Selebritis di film, televisi dan iklan sangat kurus dan dapat mengarahkan para remaja perempuan untuk berpikir bahwa kecantikan yang ideal adalah yang sangat kurus. Laki-laki dapat melihat, menangkap pesan media dengan secara drastis membatasi makan mereka dan berolahraga berlebih untuk membentuk otot tubuh.

Akibat dari gangguan makan
Gangguan makan dapat merupakan akibat dari berbagai gangguan mental dan perilaku. Gangguan makan dapat mengakibatkan masalah kesehatan yang serius, seperti dehidrasi atau gangguan jantung dan ginjal. Pada kasus yang sangat berat, gangguan makan dapat mengakibatkan malnutrisi berat dan bahkan kematian.
Anoreksia menyebabkan tubuh kelaparan dan kekurangan nutrisi mempengaruhi tubuh :
•    Penurunan tekanan darah, denyut nadi dan frekuensi napas
•    Kerontokan rambut dan kuku pecah
•    Tidak mendapat haid
•    Lanugo; rambut tipis yang tumbuh diseluruh kulit
•    Tidak dapat berkonsentrasi dan perasaan melayang
•    Anemia
•    Pembengkakan sendi
•    Tulang rapuh
Muntah yang dilakukan terus-menerus dan kekurangan nutrisi pada bulimia dapat menyebabkan :
•    Nyeri lambung
•    Kerusakan lambung dan ginjal
•    Kerusakan gigi (paparan terhadap asam lambung)
•    Tidak mendapat haid
•    Kekurangan elektrolit; kalium (dapat menyebabkan gangguan jantung)
•    “chipmunk cheeks”

Tanda Bahaya
Sementara banyak anak, terutama perempuan, khawatir akan dirinya, membandingkan dengan orang lain dan berbicara mengenai diet maka hal ini bukan berarti mereka mengalami gangguan makan. Anak dengan gangguan makan menunjukkan banyak perilaku yang tidak normal dan tanda-tanda fisik.
Seseorang dengan anoreksia dapat :
•    Menjadi sangat kurus
•    Terobsesi dengan makanan dan kontrol berat badan
•    Berulang-ulang menimbang berat badannya
•    Sangat hati-hati menghitung porsi makannya
•    Hanya makan makanan tertentu, menghindari makanan seperti daging, prodok susu
•    Berolahraga berlebihan
•    Merasa gemuk
•    Menarik diri dari aktifitas sosial, terutama jamuan makan dan perayaan yang melibatkan makanan
•    Depresi, lemas

Seseorang dengan bulimia dapat :
•    Takut akan naik berat badan
•    Sangat tidak senang dengan ukuran dan bentuk tubuh serta berat badan
•    Minta izin ke kamar mandi segera setelah makan
•    Makan makanan rendah lemak (periode makan berlebih)
•    Secara teratur membeli pencahar, diuretik, enema
•    Menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berolahraga atau menghilangkan kalori
•    Menarik diri dari aktifitas sosial, terutama jamuan makan dan perayaan yang melibatkan makanan

Jika Anda mencurigai gangguan makan
Jika Anda berpikir anak Anda mengalami gangguan makan maka sangat penting untuk membantu anak Anda mendapatkan diagnosis dan tatalaksana. Anak dengan gangguan makan seringkali bereaksi defensif dan marah saat ditanyakan pertama kalinya. Banyak anak sulit mengakui bahwa mereka mengalami masalah. Bantuan dari anggota keluarga atau teman yang pernah menjalani tatalaksana gangguan makan dapat membantu.
Mencoba membantu saat seseorang merasa tidak perlu dibantu memanglah sangat berat. Berkonsultasi kepada profesional sangat dibutuhkan walaupun anak Anda menolaknya, dan ini adalah yang terbaik yang Anda dapat berikan kepada anak Anda. Lakukan pendekatan penuh sayang, suportif dan tidak mengancam saat anak Anda tenang dan tidak ada pengalih perhatian.
Anak Anda bisa lebih menerima percakapan saat Anda menggunakan pendekatan “saya” dibandingkan “kamu”. Pernyataan “Kamu memiliki gangguan makan” atau “kamu terobsesi dengan makanan” hanya akan memberikan penyangkalan dan amarah dari anak. Dibandingkan dengan pernyataan “Saya menbayangkan sangat sulit menghitung kalori yang kamu makan” atau “Saya khawatir kamu kehilangan berat sangat cepat”. Katakan hal-hal spesifik yang anak Anda katakan atau lakukan yang membuat Anda khawatir dan jelaskan kepada anak Anda bahwa Anda ingin anak Anda menemui dokter untuk menghilangkan kekhawatiran Anda.
Jika masih belum berhasil maka konsultasikan dengan dokter atau tenaga profesional mengenai cara pendekatan lainnya kepada anak.

Tatalaksana gangguan makan
Tatalaksana difokuskan membantu anak mengatasi gangguan perilaku makan dan membentuk pola pikir yang baru mengenai makanan. Bisa melibatkan tenaga medis, ahli gizi dan psikolog. Tenga profesional akan membantu persepsi anak mengenai bentuk, ukuran tubuh anak, pola makan dan makanan.
Anak yang mengalami malnutrisi berat membutuhkan perawatan di rumah sakit dan perawatan lanjutan setelah kondisi stabil. Semakin cepat dilakukan tatalaksana maka semakin singkat tatalaksana yang diperlukan.

Mencegah gangguan makan
Anda dapat melakukan peran penting dalam perkembangan anak Anda menganai nutrisi dan makanan yang sehat. Cara Anda melihat diri Anda sendiri dapat mempengaruhi anak Anda. Jika Anda terus-menerus mengatakan diri Anda gemuk, mengeluh mengenai olahraga dan diet yo-yo, anak Anda dapat merasa bahwa bentuk tubuh yang keliru adalah normal.
Saat banyak perhatian mengenai obesitas maka hal ini dapat menjebak untuk orang tua saat berbicara kepada anak mereka mengenai pola makan. Lebih baik menekankan kesehatan daripada berat badan. Pastikan anak Anda mengetahui bahwa Anda mencintai mereka karena mereka adanya apapun penampilan mereka. Tidak masalah untuk mengapresiasi selebriti, tidak perlu berubah menyerupai orang lain. Orang tua dapat memberikan pesan bahwa anak sangat hebat seperti mereka adanya dan tubuh mereka sehat dan kuat.
Hindari pertengkaran seputar makanan, jika anak Anda ingin menjadi vegetarian maka dukunglah sekalipun Anda bukan vegetarian. Remaja umumnnya memasuki periode makan sesuai keinginannya, maka coba menentukan batasan yang tepat, dorong makan sehat dan hindari pertengkaran seputar makanan. Anak dapat mengetahui dengan baik jika orang tua panik karena anak tidak makan bersama atau melewati jam makan. Coba membangun komunikasi dengan anak Anda dengan memberitahukan apa yang akan terjadi jika mereka tidak makan bersama keluarga.
Jadi contoh dalam menciptakan gaya hidup sehat di keluarga Anda. Libatkan anak Anda dalam persiapan makanan sehat. Biarkan mereka tahu bahwa tidak masalah untuk makan saat lapar dan menolak makanan saat mereka tidak ingin makan. Buatlah juga olahraga sebagai aktifitas teratur keluarga yang menyenangkan. Dengan membangun gaya hidup sehat Anda sendiri mengenai makanan dan olahraga maka akan menjadi contoh yang terbaik bagi anak-anak Anda.(YSK)
Sumber : Eating disorder

http://kidshealth.org/PageManager.jsp?dn=KidsHealth&lic=1&ps=107&cat_id=145&article_set=21762


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: