Posted by: Kurnia | December 27, 2010

Menangani Batita Picky Eater

Batita belajar untuk mengenali dunianya, berkomunikasi dan mengontrol hidupnya. Mereka tidak memiliki kontrol akan semuanya, tetapi makan adalah bidang pertama yang akan batita kuasai. Orang tua dapat membantu batita menikmati kontrol yang mereka miliki dengan memberikan kebebasan yang tepat dan sesuai saat memilih makanan dan mengkonsumsinya.
Hal ini bukan berarti batita yang menentukan makanan saat makan malam. Orang tua tetap bertugas menyediakan makanan sehat bagi batita dan membiarkan batita untuk memutuskan makanan mana yang akan mereka makan. Orang tua yang mengerti dapat mengarahkan batita pada pola makan sehat dengan cara yang cerdik.
Sebagian besar batita adalah pemilih (picky eater)
Banyak batita menunjukkan kemandiriannya dengan memilih untuk makan atau tidak makan. Jadi hampir semua batita dapat dideskripsikan sebagai picky eater. Jika batita tidak suka suatu makanan maka mereka tidak akan memakannya.
Apakah batita Anda hanya mau makan makaroni dan keju? Saat anak terpaku pada satu makanan, orang tua dapat terpaksa untuk menyediakan makanan tersebut setiap hari agar batita setidaknya makan sesuatu. Tetapi saat batita sudah jenuh dengan makanan tersebut maka?
Anda yang memilih makanan yang tersaji dalam piring batita Anda dan Anda tidak harus menyediakan makaroni dan keju setiap harinya. Jika Anda memberikan makaroni dan keju setiap harinya maka Anda melepaskan kesempatan untuk memperkenalkan variasi makanan-makan baru dan jumlah makanan yang batita Anda akan makan. Sebagian besar “food jags” (makan satu jenis makanan tertentu saja) tidak akan berlangsung lama jika orang tua tidak mengakomodasi keadaan ini.
Anak tidak akan kelaparan dan mereka akan belajar untuk lebih fleksibel daripada menjadi lapar. Sediakan bermacam-macam makanan sehat termasuk makanan favorit dan beberapa makanan baru dalam pembuatan menu. Batita Anda dapat mengagetkan Anda pada satu hari dengan memakan semua makanan yang Anda sajikan.
Batita Anda tidak menyukai kacang hijau saat pertama kali dikenalkan? Jangan berhenti memberikan kepada mereka. Anak-anak secara alami lambat untuk menerima rasa dan tekstur baru, jadi tetap kenalkan kacang hijau (atau makanan baru lainnya). Sajikan porsi kecil dan dorong anak untuk sedikit mencobanya tanpa memaksa.
Dan pastikan Anda menjadi contoh yang baik. Sajikan makanan sehat yang Anda suka atau makan beberapa makanan yang baru sehingga anak Anda melihat bahwa Anda menikmati apa yang Anda minta anak untuk makan.
Jangan tawar-menawar untuk sebuah gigitan
Pernahkan saat anak Anda makan bayam, kemudian saat anak menolaknya Anda menyatakan jika anak Anda makan tiga suap lagi maka Anda akan memberinya kue?
Hal ini tidak mendorong pola makan yang sehat, akan menimbulkan kesan bahwa “hadiah” lebih berharga daripada makanan utama. Kue-kue dan permen tidak penting bagi diet anak Anda.
Untuk mendorong pola makan sehat maka teruskan untuk menawarkan anak Anda pilihan-pilihan makanan sehat dan menjaga suasana makan tetap menyenangkan. Dapat dicoba tips sebagai berikut :
•    Sajikan porsi yang sesuai. Orang tua seringkali lebih banyak dalam memperkirakan jumlah makanan yang anak sebaiknya makan. Terutama terhadap makanan bukan favorit, dua sendok makan merupakan jumlah yang cukup untuk memulai.
•    Jangan tawar-menawar. Tidak masalah untuk mendorong anak mencoba satu gigitan tetapi jangan jatuh ke dalam perangkap tawar-menawar. Siapkan dan sediakan makanan sehat dan biarkan anak untuk memilih apa yang mau mereka makan.
•    Makan bersama seluruh keluarga. Tempatkan batita pada meja keluarga, baik sekali bagi batita untuk melihat orang tua dan saudaranya makan makanan sehat bersama. Anak makan makanan bergizi, sayuran dan buah lebih banyak saat secara teratur makan bersama keluarga.
•    Ciptakan lingkungan yang menyenangkan. Batita lebih suka untuk makan sayur dan buah saat teman-teman sebayanya juga memakannya. Cari kesempatan saat batita Anda dapat makan makanan yang sehat bersama teman-temannya.

Biarkan anak makan sendiri
Anak sebaiknya memulai makan sendiri (finger food) sekitar usia 9 bulan dan mulai menggunakan peralatan makan saat 15-18 bulan. Sediakan berbagai kesempatan tetapi pastikan batita Anda tetap makan dalam jumlah yang cukup. Berikan bantuan jika diperlukan, tetap perhatikan tanda dan petunjuk jika anak Anda sudah kenyang. Anda dapat terus menawarkan jika anak Anda terlihat lapar, tetapi Anda tidak bisa menarik kembali makanan yang terlanjur diberikan (bila berlebihan). Saat Anda memegang sendok dan garpu tahan keinginan Anda untuk selalu memberikan “satu sendok lagi”. Saat batita Anda berhenti makan maka mundur dahulu dan biarkan batita Anda.
Beberapa orang tua berpikir adalah yang terbaik tidak membiarkan anak mereka makan sendiri, tetapi hal ini mengambil alih kontrol yang seharusnya menjadi milik anak seusia tersebut. Batita perlu memutuskan kapan mereka makan, apa yang akan mereka makan dan berapa banyak, hal ini juga agar mereka mengenali petunjuk dari tubuh mereka kapan mereka lapar dan kapan mereka kenyang. Batita juga penting untuk mulai belajar dan mempraktekan cara makan sendiri.

Dengarkan anak Anda
Peka dengan apa yang batita ingin sampaikan melalui tindakan mereka. Anak yang membangun bangunan dari biskuit atau menjatuhkan wortel mungkin memberikan tanda bahwa dia sudah kenyang.
Tetapi bukan juga berarti bahwa disarankan pemberian makanan semau anak sepanjang hari. Mereka yang makan sepanjang hari tidak belajar rasa lapar dan kenyang. Untuk itu sangat penting waktu makan dan cemilan yang terjadwal.
Anak dapat mengatur rasa lapar mereka saat mereka mengetahui makanan akan tersedia pada jam-jam tertentu. Jika anak memilih tidak makan apapun maka tawarkan kembali makanan pada waktu makan atau cemilan berikutnya.

Bagaimana jika anak melewati waktu makan?
Banyak batita perlu frekuensi makan yang sering, kurang lebih 6x/hari termasuk 3 makan utama dan 2 atau 3 cemilan. Anda harus menyadari bahwa jadwal makan hanya memberikan waktu saat Anda menghidangkan makanan; anak Anda dapat memilih untuk tidak makan di setiap jam makan yang ada.
Memperbolehkan anak untuk tidak makan merupakan konsep yang sulit karena kita dibesarkan untuk membersihkan makanan di piring kita dan tidak membuang-buang makanan. Tetapi anak sebaiknya diperbolehkan untuk merespon rasa lapar mereka, kemampuan untuk menjaga berat badan yang sehat.
Tetapkan waktu makan dan cemilan dan konsisten dengan jadwal tersebut. Anak yang melewati waktu makan akan tenang jika mengetahui waktu makan berikutnya. Hindaari cemilan atau memberikan segelas susu atau jus sebelum makan pada anak yang lapar, hal ini dapat menghilangkan nafsu makan dan keinginan untuk mencoba makanan baru yang akan ditawarkan.

Hindari perangkap junk-food
Batita membutuhkan makanan yang sehat untuk memperoleh nutrisi yang badan mereka butuhkan. Permen, keripik sebaiknya tidak menjadi bagian menu mereka ri-hari. karena dapat menghilangkan makanan sehat dari menu sehat. Pola makan terbangun sejak dini, karena itu jangan hilangkan kesempatan untuk membantu batita Anda membangun pola makan sehat.
Jangan merasa Anda harus memberikan  permen dan keripik meskipun anak Anda menyukainya. Anak tidak bisa lari ke toko dan membelinya, jadi jangan simpan makanan tersebut di rumah.
Jika batita Anda meminta permen maka katakan saja bahwa kita tidak memilikinya, kemudian tawarkan dua cemilan sehat. Meskipun anak sedih karena tidak mendapat permen, mereka tetap menikmati rasa kontrol dalam menentukan cemilan sehat mana yang akan mereka makan.(YSK)

Sumber : Toddlers at the table: Avoiding Power Struggles (Mary L. Gavin, MD)

http://kidshealth.org/PageManager.jsp?dn=KidsHealth&lic=1&ps=107&cat_id=20452&article_set=45910


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: