Posted by: Kurnia | December 27, 2010

Muntah

Dikutip dari http://www.sehatgroup.web.id

Sebagian besar muntah pada anak-anak disebabkan oleh gastroenteritis, biasanya disebabkan oleh virus yang menginfeksi saluran pencernaan / gastrointestinal. (Gastroenteritis kadang-kadang disebut “flu perut”, yang dapat menyebabkan mual dan diare.)
Infeksi ini biasanya tidak berlangsung lama dan lebih menyebabkan gangguan sehari-hari daripada bahaya. Namun pada anak-anak (terutama bayi) yang tidak mampu minum cukup cairan dan mengalami diare bisa menjadi dehidrasi.

Sangat penting untuk tetap tenang, muntah memang menakutkan bagi anak-anak dan juga orang tua serta melelahkan untuk anak-anak. Menenangkan anak Anda dan mengambil langkah-langkah pencegahan dehidrasi adalah kunci pemulihan dari diare.

Untuk Bayi Dibawah 6 Bulan

* Hindari pemberian air putih untuk bayi <6 bulan kecuali dokter Anda secara langsung menentukan jumlahnya.
* Tawarkan bayi Anda dalam jumlah sedikit tetapi sering – sekitar 2 sampai 3 sendok teh, atau hingga ½ ons (sekitar 20 mililiter) dari cairan rehidrasi oral setiap 15 sampai 20 menit dengan sendok atau suntikan tanpa jarum (seperti pipet dengan dosis terukur) melalui mulut. Cairan rehidrasi oral mengandung ekeltrolit, garam dan gula yang seimbang untuk menggantikan cairan yang hilang dari muntah atau diare. Sangat penting bagi bayi mendapat cairan dengan kandungan ekeltrolit, gula dan garam yang tepat (cairan elektrolit oral yang tidak berasa merupakan pilihan terbaik untuk bayi <6 bulan).
* Secara bertahap tingkatkan jumlah cairan rehidrasi oral yang Anda berikan bila bayi Anda dapat menerimanya dalam beberapa jam pemberian tanpa muntah. Misalnya, jika si kecil biasa mendapat 4 ons (atau sekitar 120 mililiter) setiap waktu mimum, maka perlahan-lahan berikan sampai sejumlah tersebut cairan rehidrasi oral ini sepanjang hari.
* Jangan memberikan cairan rehidrasi oral terlalu banyak pada satu waktu bayi Anda biasanya minum normalnya – dapat mengakibatkan cairan terlalu banyak dan dapat menyebabkan muntah.
* Setelah bayi Anda mendapat cairan rehidrasi oral (lebih dari sekitar 8 jam) tanpa muntah, Anda dapat memberikan kembali ASI atau memperkenalkan formula perlahan-lahan (jika bayi Anda diberi susu formula). Mulai dengan jumlah kecil (½ sampai 1 ons, atau sekitar 20-30 mililiter), kemudian perlahan-lahan berikan lebih sering dan menuju pola minum rutin sehari-hari saat bayi tidak sakit.
* Jika Anda menyusui bayi secara eksklusif dan muntah (tidak gumoh, tetapi muntah apa yang diminumnya) lebih dari sekali, maka berikan ASI selama 5-10 menit setiap 2 jam. Jika bayi Anda masih muntah, maka hubungi dokter. Setelah 8 jam tanpa muntah, Anda dapat melanjutkan menyusui normal.
* Jika bayi Anda berusia di bawah 1 bulan dan memuntahkan semua yang diminumnya (bukan hanya gumoh), maka anda dapat menghubungi dokter.

Untuk Bayi 6 Bulan sampai 1 Tahun

* Hindari pemberian air putih pada bayi di bawah usia 1 tahun, kecuali jika dokter Anda secara langsung menentukan jumlahnya.
* Berikan bayi Anda dalam jumlah sedikit tetapi sering – sekitar 3 sendok teh, atau ½ ons (sekitar 20 mililiter) – cairan rehidrasi oral setiap 15-20 menit. Sangat penting bahwa setiap cairan yang diberikan kepada bayi di bawah usia 1 tahun yang muntah memiliki kandungan elektrolit, gula dan garam yang sesuai untuk menggantikan apa yang hilang dari muntah atau diare.
* Bayi di atas usia 6 bulan mungkin tidak menyukai cairan rehidrasi oral yang tanpa rasa. Dapat diebrikan cairan rehidrasi oral dengan rasa atau Anda dapat menambahkan ½ sendok teh (sekitar 3 mililiter) jus untuk masing-masing memberi rasa pada cairan rehidrasi oral. Cairan rehidrasi oral yang dibekukan (dibuat pop ice) bisa menarik untuk bayi dalam kelompok usia ini.
* Secara bertahap tingkatkan jumlah cairan yang Anda berikan bila bayi Anda dapat menerimanya untuk lebih dari beberapa jam tanpa muntah. Misalnya, jika bayi Anda biasa mendapat 4 ons (sekitar 120 ml) setiap minum, maka secara perlahan-lahan berikan sampai sejumlah ini cairan rehidrasi oral.     * Jangan memberikan cairan rehidrasi oral lebih banyak daripada jumlah biasanya yang bayi minum – ini akan membuat kembung dan dapat menyebabkan lebih banyak muntah.
* Setelah bayi Anda diberikan 8 jam tanpa muntah, Anda dapat memberikan kembali ASI atau formula perlahan ke bayi Anda (bila menggunakan susu formula). Mulailah dengan jumlah sedikit (1 sampai 2 ons, atau sekitar 30-60 mililiter), lebih sering dan perlahan-lahan bekerja sampai mendekati jumlah makan normal biasanya. Anda juga dapat mulai memberikan makanan MPASI dalam jumlah kecil yang lembut yang bayi Anda biasa makan seperti pisang, sereal, biskuit, atau makanan bayi ringan lainnya.
* Jika bayi tidak muntah selama 24 jam, Anda dapat kembali kepada pola makan biasa.

Untuk anak usia 1 Tahun dan Lebih:

* Berikan cairan (susu dan produk susu sebaiknya dihindari) dalam jumlah kecil (mulai dari 2 sendok teh sampai 2 sendok makan, atau sampai dengan 1 ons atau 30 ml) setiap 15 menit. Cairan bening yang sesuai meliputi:

o cairan rehidrasi oral, atau tambahkan ½ sendok teh (sekitar 3 mililiter) dari jus buah yang tidak asam ke cairan rehidrasi oral

o cairan rehidrasi oral yang dibekukan (pop ice)
* Jika anak Anda muntah, maka mulai kembali dengan jumlah yang lebih kecil (2 sendok teh, atau sekitar 5 mililiter) dan lanjutkan seperti di atas.
* Jika tidak ada muntah selama sekitar 8 jam, maka dapat diperkenalkan makanan ringan secara bertahap. Tapi jangan memaksa setiap makanan. Anak Anda akan memberi tahu Anda ketika dia lapar. Biskuit asin, roti bakar, kaldu, atau sup ringan, pure kentang, beras, dan roti dapat diberikan.
* Jika tidak ada muntah-muntah selama 24 jam, maka anda dapat perlahan-lahan melanjutkan diet seperti biasa. Tunggu 2 sampai 3 hari sebelum kembali memperkenalkan produk-produk susu.

Kapan Harus Menghubungi Dokter

Risiko terbesar dari muntah-muntah karena Gastroenteritis adalah dehidrasi. Hubungi dokter jika anak Anda menolak cairan atau jika muntah berlanjut setelah menggunakan saran-saran di atas. Hubungi dokter untuk tanda-tanda dehidrasi yang tercantum di bawah ini.

Dehidrasi ringan hingga sedang :

* Mulut kering
* Sedikit atau tidak ada air mata ketika menangis
* bayi rewel
* Kurang dari empat popok basah per hari pada bayi (lebih dari 4 sampai 6 jam tanpa popok basah pada bayi di bawah usia 6 bulan)
* Tidak buang air kecil selama 6 sampai 8 jam pada anak-anak
* Ubun-ubun pada kepala bayi yang terlihat lebih datar dari biasanya atau agak cekung

dehidrasi berat:

* Mulut sangat kering (terlihat “lengket” di dalam)
* Kering, keriput, atau kulit pucat (terutama pada perut dan lengan atas dan kaki)
* Tidak aktif atau penurunan kesadaran
* lemah
* Mata cekung
* ubun-ubun cekung pada bayi
* tidur terus-menerus

* Dalam, bernapas cepat
* Tidak buang air kecil lebih dari 6 sampai 8 jam pada bayi
* Tidak buang air kecil selama lebih dari 8 sampai 10 jam pada anak-anak
* nadi cepat atau lemah

Gejala berikut mungkin menunjukkan suatu kondisi yang lebih serius daripada Gastroenteritis; hubungi dokter segera bila bayi Anda memiliki salah satu dari ini:

* Muntah menyembur atau kuat pada bayi, terutama bayi yang kurang dari 3 bulan
* Muntah pada bayi setelah bayi telah mendapat cairan rehidrasi oral selama hampir 24 jam
* Muntah mulai kembali segera setelah Anda mencoba untuk melanjutkan kembali diit normal pada anak
* Muntah muncul setelah cedera kepala
* Muntah-muntah disertai demam (100.4 ° Fahrenheit/38 ° Celcius suhu anus pada bayi di bawah usia 6 bulan atau lebih dari 101-102 ° F/38.3-38.9 ° C pada anak yang lebih tua)
* Muntah hijau atau kuning kehijauan
* Perut anak Anda terasa keras, kembung, dan sakit antara episode muntah
* Muntah-muntah disertai dengan sakit perut yang berat
* Muntah menyerupai bubuk kopi (darah yang bercampur dengan asam lambung akan berwarna kecoklatan dan terlihat seperti bubuk kopi)
* Muntah darah
(YSK)
Bahan bacaan :

Vomite ,Steven Dowshen, MD

 

http://kidshealth.org/parent/firstaid_safe/emergencies/vomit.html


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: