Posted by: Kurnia | December 27, 2010

Panduan Gizi untuk Balita

Dikutip dari http://www.sehatgroup.web.id

 

Gizi melalui variasi
Bayi berkembang secepat kilat – sekitar 8 cm setiap tiga bulan. Sedangkan batita adalah kebalikannya, berkembang dengan kecepatan yang amat lebih lambat – hanya 8-13 cm dalam setahun.
Walaupun demikian, asupan gizi tetap merupakan prioritas utama. Adalah saatnya bagi orang tua untuk melangkah maju, meninggalkan dot dan bergerak ke era baru dimana anak-anak akan makan dan minum secara lebih mandiri.
Masa batita adalah waktu transisi, terutama di usia antara 12-24 bulan, ketika mereka belajar untuk makan makanan orang dewasa dan menerima rasa dan tekstur baru. ASI dan susu formula memberikan gizi yang cukup untuk anak-anak Anda semasa mereka bayi, tetapi sekarang saatnya bagi batita untuk mulai mendapatkan apa yang mereka butuhkan melalui variasi makanan.
Berapa Banyak Makanan Yang Mereka Butuhkan?
Tergantung umur, ukuran, dan tingkat aktivitas mereka, batita membutuhkan sekitar 1.000-1.400 kalori per hari. Anda bisa merujuk pada tabel di bawah ini untuk mengetahui berapa banyak seharusnya anak Anda makan dan jenis makanan apa yang dapat memenuhi kebutuhannya.
Gunakan tabel sebagai panduan, tetapi percayalah akan keputusan Anda dan isyarat dari batita yang mengatakan jika ia cukup puas dan mendapatkan gizi yang cukup. Semua tentang gizi adalah rata-rata, jadi jangan panik jika Anda tidak mencapai semua target setiap hari – hanya berjuanglah untuk memenuhi variasi gizi yang beraneka ragam dalam diet anak Anda.
Jumlah makanan yang tersedia adalah berdasarkan Panduan Piramida Makanan (Food Pyramid) untuk rata-rata usia 2 dan 3 tahun. Untuk anak-anak usia antara 12-24 bulan, rekomendasi jumlah makanan untuk anak 2 tahun dapat dijadikan panduan, tetapi pada saat ini diet batita Anda masih dalam masa transisi.
Bicarakan dengan dokter Anda tentang spesifikasi untuk anak Anda. Batita yang lebih muda mungkin tidak akan makan sebanyak ini – setidaknya pada saat awal. Ketika rentang jumlah makanan ini diberikan, jumlah yang lebih tinggi diterapkan pada anak-anak yang lebih tua, besar, atau lebih aktif dan membutuhkan kalori lebih banyak.
Kelompok Makanan    Jumlah per hari untuk umur 2 tahun    Jumlah per hari untuk umur 3 tahun    Bantuan per saji
Biji padi-padian    3 ounce (84 gram), setengahnya dari sumber biji padi-padian.    4-5 ounce (113-142 gram), setengahnya dari sumber biji padi-padian.    1 ounce setara dengan: selembar roti, 1 gelas sereal siap makan, atau ½ gelas nasi, pasta masak, atau sereal masak.
Sayur Mayur    1 gelas    1½ gelas    Pakailah gelas penakar untuk memeriksa jumlah sajian. Sajikan sayur yang lembut, dalam potongan kecil, dan benar-benar matang untuk menghindari tersedak.
Buah-buahan    1 gelas    1-1½ gelas    Pakailah gelas penakar untuk memeriksa jumlah sajian. Pisang sepanjang 20-23 cm setara dengan 1 gelas buah-buahan.
Susu    2 gelas    2 gelas    Satu gelas setara dengan: 1 gelas susu atau yogurt, 42 gram keju alami, 57 gram keju olahan.
Daging dan Kacang-kacangan    2 ounce (57 gram)    3-4 ounce (85-113 gram)    1 ounce setara dengan: 1 ounce (28 gram) daging, ayam atau ikan, 1 gelas kacang-kacangan masak atau 1 telur.

Tentang Susu
Susu merupakan bagian penting dari diet batita, susu menyediakan kalsium dan vitamin D dalam membantu membangun tulang yang kuat. Batita harus mempunyai 500 mg Kalsium dan 400 IU (International Unit) vitamin D setiap harinya.
Kebutuhan kalsium tersebut dengan mudah terpenuhi apabila anak Anda mendapatkan dua saji produk susu yang direkomendasikan setiap harinya, tetapi jumlah tersebut hanya dapat menyediakan setengah dari vitamin D yang diperlukan. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan vitamin D tambahan sebanyak 400 IU per hari jika seorang anak minum kurang dari 1 liter (sekitar 4 gelas) susu per hari (negara 4 musim).
Secara umum, anak-anak usian 12-24 bulan harus minum susu (whole milk) untuk membantu mencukupi kebutuhan lemak yang mereka perlukan untuk pertumbuhan normal dan perkembangan otak. Susu dengan kandungan lemak yang dikurangi (2%) bisa diberikan apabila ada kekhawatiran tentang kelebihan berat badan atau obesitas, atau ada sejarah obesitas, kolestrol tinggi, penyakit jantung dalam keluarga. Setelah umur 2 tahun, kebanyakan anak-anak dapat berpindah ke susu rendah lemak (1%) atau susu tanpa lemak. Dokter Anda akan membantu Anda memilih jenis susu apa yang baik untuk disajikan ke batita Anda.
Beberapa anak awalnya menolak susu sapi karena susu sapi tidak terasa sama dengan ASI atau formula yang mereka kenal. Kalau anak Anda sudah berumur paling tidak 12 bulan dan mengalami kesulitan seperti ini, campur susu (whole milk) dengan susu formula atau ASI. Perlahan-lahan atur campurannya berkali-kali secara bertahap sampai menjadi 100% susu sapi.
Beberapa anak tidak suka susu atau tidak dapat minum atau makan produk susu. Berikan sumber kalsium lain seperti sereal yang diperkuat kalsium, minuman kacang kedelai yang diperkuat kalsium, brokoli, dan jus jeruk yang diperkuat kalsium.
Memenuhi Kebutuhan Zat Besi
Batita harus mengkonsumsi 7 mg zat besi per hari. Setelah 12 bulan, mereka beresiko terkena kekurangan zat besi karena mereka tidak lagi minum susu formula yang diperkaya besi dan mungkin tidak makan sereal bayi yang diperkaya besi atau tidak makan cukup makanan lain yang mengandung zat besi untuk memenuhi kebutuhannya
Kandungan zat besi di susu sapi adalah rendah. Minum banyak susu sapi juga dapat membuat anak Anda terpapar resiko kekurangan zat besi. Batita yang minum banyak susu sapi akan menjadi kurang lapar dan sepertinya kurang untuk makan makanan yang kaya akan zat besi. Susu mengurangi penyerapan zat besi dan dapat mengiritasi lapisan usus, menyebabkan pendarahan dalam jumlah sedikit dan kehilangan zat besi dalam feses secara bertahap.
Kekurangan zat besi dapat mempengaruhi pertumbuhan dan mungkin menuju ke masalah perilaku dan proses belajar. Dan dapat berlanjut ke anemia (pengurangan jumlah sel darah merah dalam tubuh). Zat besi dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah, yang mengantar oksigen ke seluruh tubuh. Tanpa zat besi dan sel darah merah yang cukup, maka jaringan dan organ tubuh dapat kekurangan oksigen dan tidak berfungsi dengan baik.
Untuk mencegah kekurangan besi:
    Batasi konsumsi susu anak Anda sekitar 16-24 ounce (455-682 ml) per hari.
    Sajikan lebih banyak makanan kaya zat besi (daging,ayam, ikan, biji padi-padian yang diperkaya, kacang-kacangan, tahu).
    Ketika menyajikan makanan yang kaya akan zat besi, masukkan makanan yang mengandung vitamin C (tomat, brokoli, jeruk,dan strawberi), yang meningkatkan penyerapan zat besi ke dalam tubuh.
    Lanjutkan menyajikan sereal yang diperkaya besi sampai anak Anda berusia 18-24 bulan.

Bicaralah dengan dokter Anda apabila Anda khawatir jika anak Anda tidak mengkonsumsi diet yang seimbang. Banyak batita yang diperiksa untuk mengetahui apakah terkena anemia kekurangan zat besi, tetapi jangan pernah memberikan anak Anda vitamin atau suplemen mineral tanpa mendiskusikannya pertama kali dengan dokter Anda.(LM)

Sumber:
Nutrition Guide for Toddlers, http://kidshealth.org/parent/food/general/toddler_food.html


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: