Posted by: Kurnia | December 30, 2010

Poor Weight Gain

BATASAN

Poor weight gain adalah pertambahan berat badan yang tidak sesuai dengan laju pertumbuhan sesuai usia dan jenis kelamin anak sehingga berat badan turun ke persentil di bawahnya. Panduan untuk menilai pertumbuhan berat badan anak mengacu pada grafik pertumbuhan WHO. Poor weight gain merupakan suatu fase pertumbuhan sebelum terjadinya gagal tumbuh atau failure to thrive. Deteksi dini yang terlambat atau manajemen poor weight gain yang tidak tepat dapat mengakibatkan anak jatuh pada gagal tumbuh.

ETIOLOGI
Poor weight gain dapat disebabkan oleh faktor organik dan faktor nonorganik. Etiologi poor weight gain dapat dilihat dalam tabel dibawah ini.

Tabel 1. Penyebab poor weight gain

Penyebab poor weight gain
Faktor organik :

  1. Morbiditas prenatal
  • Small for age at birth
  • Prematuritas
  • Infeksi prenatal
  • Terpapar obat selama masa kandungan: antidepresan, alkohol

2.  Asupan kalori tidak adekuat

  • Gangguan menelan yang disbabkan bibir sumbing

3. Increased losses

  • Muntah berulang
  • Diare
  • Gangguan gastrointestinal lainna

4. Gangguan Endokrin

  • Diabetes mellitus
  • Diabetes insipidus
  • Tirotoksikosis

5. Infeksi kronik, seperti tuberculosis

6. Potensial genetik

7. Faktor organik lainnya

  • Anemia
  • Keganasan, dan lain-lain
Faktor nonorganik :

  • Masalah nutrisi: kandungan nutrisi makanan yang diberikan kurang (pengetahuan orang tua tentang makanan bernutrisi kurang, kesejahteraan keluarga kurang), atau masalah menyusui pada bayi.
  • Psikososial:
    • perilaku anak: susah makan (picky eaters), minum berlebihan (terutama minuman tinggi kalori)
    • perilaku orang tua, dan lain-lain

ANAMNESIS

  • Pola makanan anak: jumlah, frekuensi, kualitas, variasi, ASI, dll.
  • Riwayat pertumbuhan anak: kenaikan berat badan dan tinggi badan (mengacu pada grafik pertumbuhan WHO)
  • Riwayat kehamilan ibu, proses persalinan
  • Riwayat perkembangan: masa gestasional, perinatal, temperamen dan perilaku anak sehari-hari.
  • Riwayat morbiditas: sakit akut/kronik dan riwayat penyakit sebelumnya.
  • Singkirkan kemungkinan faktor organik sebagai penyebab poor weight gain

PEMERIKSAAN FISIK

  • Status antropometri ? plotting status berat badan dan tinggi badan pasien menurut usia dengan mengacu pada grafik pertumbuhan WHO.
  • Pemeriksaan fisik holistik untuk diagnosis/menyingkirkan faktor organik.

TATALAKSANA

  1. Tatalaksana berdasarkan etiologi
  • Apabila pada anamnesis dan pemeriksaan fisik ditemukan faktor organik sebagai etiologi, maka dokter harus memberikan terapi sesuai etiologi tersebut (mengacu pada guideline masing-masing penyakit)

2.  Diet

  • Berikan asupan makanan sesuai kebutuhan berdasarkan usia dan berat badan ideal. Makanan sehat seimbang sesuai piramida makanan
  • Pola makan 3 kali sehari, diselingi snacks 2 kali sehari. Frekuensi makan 5-6x/hari dengan jumlah sedikit lebih mudah ditoleransi anak daripada 3 x/hari dengan jumlah besar.
  • Berikan makan padat kalori seperti produk susu, margarin, atau selai kacang.
  • Bila perlu, konsultasi ahli gizi.

3. Edukasi orang tua

  • Beritahu ibu bahwa makan tidak harus nasi. Makanan yang sehat seimbang membuat piring anak “warna warni” ada makanan berwarna hijau, kuning, merah, putih.
  • Upayakan patuh terhadap jadwal makan dan batasi lamanya makan (apabila lebih dari 30 menit, hentikan)
  • Jangan memaksa anak makan bila anak tidak lapar. Anak kecil biasanya makan hanya bila dia lapar. Sajikan porsi kecil di piring lucu yang bisa diambil anak ketika ia lapar.
  • Biasakan makan bersama keluarga/saudara.
  • Puji anak bila anak mau makan
  • Jika anak tidak suka dengan rasa makanan, bujuk anak dengan warna, bentuk, atau aroma makanan yang menarik. Tawarkan makanan lain dari satu kelompok. Misalnya, sawi diganti dengan buncis bukan dengan tempe. Jambu merah diganti dengan papaya bukan dengan es krim.
  • Jika menawarkan makanan yang baru bagi anak, bersabarlah membujuk anak makan.
  • Hindari makanan siap saji yang kandungan nutrisinya kurang (rendah serat, tinggi garam/gula, tinggi lemak)
  • Siasati dengan taktik berikut:
    • Dip it: kukus sayuran dicelupkan ke saus mayones buatan sendiri
    • Spread it: roti/biscuit/kue buatan sendiri dioles selai kacang, selai keju dll
    • Drink it: buah di blend dengan es krim vanilla +/- yogurt
  • Orang tua memberikan contoh makan yang baik yaitu makan sayuran dan buah-buahan.
  • Saat anak makan, usahakan anak tidak terganggu dengan berbagai hal.

Algoritma Diagnosis dan Tatalaksana Poor Weight Gain

Oleh : dr. Purnamawati


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: